STUDIO DELAPAN BELAS

8 Jan 2012

Tangga Gak Sekedar Tangga, Percaya Deh

Gue sempat merasakan yang namanya kesulitan ketika berhadapan dengan mata kuliah struktur konstruksi. Karena segalanya terasa lebih mendetail. Melewati urusan tetek bengek notasi lah, arsiran lah, keterangan lah, apalagi yang belum terbiasa mungkin pengen mual.

Tapi itu sangat penting untuk orang yang akan membaca gambar kita.Sedikit mendetail nih mengenai gambar kerja, gue pikir tangga cuma sekedar tangga tapi ternyata sarana sirkulasi vertikal ini rada-rada unik gimana gitu. Soalnya rasa nyaman ikut berperan, gak percaya? Silahkan rasakan sebuah pengalaman berarsitektur ditempat manapun yang terdapat tangga, mulai dari ketinggian anak tangga, lebar jejak tangga. Emosi kita juga kadang suka diaduk-aduk  nih kalau desain tangga untuk ketinggian lantai tertentu tidak sesuai standar kenyamanan.

Misalnya nih, Kampus gunadarma gedung 3 kan punya tinggi anak tangga sekitar 20 cm coba kalo sampai desainnya melenceng tinggi anak tangga 25 cm, lebar Cuma dikasih 120 cm, dan rencananya mau naik dari lantai 1 ke lantai 4 pada waktu jam kuliah usai atau lalu lalang sirkulasi di tangga sedang ramai-ramainya , gimana? Gak Cuma ngos-ngosan yang ada gontok-gontokan karena badan kita pasti kesenggol mulu karena lebar tangga yang kurang memeperhatikan kenyamanan dan jumlah pemakai.


imageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimage

Materi ini sebenarnya diupayakan agar kita dapat lebih mendetail ketika mendesain sesuatu( terutama tangga) karena ada hubungan dengan orang yang akan menggunakannya. Gue sertain juga gambar  tangga era modern sekarang dengan desain yang unik siapa tau bias memberikan inspirasi. Tapi kita tidak tau apakah desain tersebut sesuai dengan teori kenyamanannya, karena perlu pengalaman ber-arsitektur tentunya untuk menyampaikan sebuah opini.

Silahkah dijajal…

imageimageimageimageimageimageimage

image

created by: B.AriefRiansyah

8 Jan 2012

Renungan Konsep ( Sebuah Dosa Turunan)

Agak berlebihan sih kalo dibilang dosa turunan, karena selama ini konsep yang kebanyakan dari kita buat itu kurang baik, mungkin sedikit alasannya kayak gini:

  • Konsep bukan sesuatu yang mesti kita jabarkan dengan kata “Konsep” di panel presentasi atau kertas A3 seperti yang dilakukan selama ini. Kehadiran sebuah konsep biasanya cukup terbaca dengan menghadirkan sebuah layouting yang menarik dan informative yang berisi gagasan, pemecahan masalah,analisis dll. Coba liat contoh panel.
  • Tema dibuat sebagai batasan agar kita mengerti bagaimana tema tersebut dapat memayungi sebuah konsep.

Cotoh tema:Rumah tahan gempa, rumah sehat Inofativ, rumah hemat energy. Tidak mesti dijabarkan secara bertele-tele,

….dan kita pasti  familiar dengan…

Tema:…………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

………….. Tema ini saya ambil karena bla bla bla bla bla

bla bla bla bla…………

Dosa turunan banget nih mau jadi mahasiswa jurusan sastra apa arsitek? Coba deh, gunain metode desain yang lebih arsitektural agar terlihat menarik. gimana supaya payung tema atau lingkaran tema ini bekerja dengan baik dengan benar? Coba gagasan yang kita kemukakan dihubung-hubungkan dengan temanya. Kalau masih dalam satu lingkup, tema dan desain akan saling menguatkan atau istilah lainnya “nyambung”.

Contoh lagi: Rumah tahan gempa desainnya akan terlihat pada upaya penyelesaian bagian-bagian tertentu seperti desain pondasi, sambungan balok, material yang digunakan, komposisi denah dan struktur. Kalau gagasan desain dihubungkan pada tema pasti sesuai. Inilah kenapa tema itu biasanya hadir sebagai batasan yang jelas.

  •  Analisis itu sebenarnya bagian dari konsep atau bagaimana sih? Biar gampangnya liat diagram dibawah

image

Pastinya kita sudah tidak asing dengan analisis ini bukan: Matahari, sirkulasi, zonasi, vegetasi, kebisingan, view… yang justru selama ini hanya dipandang dalam prespektiv mata tuhan ( tampak atas). Yah tentunya analisis gak sesempit itu,karena banyak aspek yang perlu di analisis (beragam) tergantung  seperti apa masalah yang akan dipecahkan, karena bisa berada dalam lingkup makro dan mikro. 

image

  • Bentukan Dasar bisa muncul, karena kebutuhan, esensi, atau pemecahan masalah dll.
  • Arsitektur jangan hanya dipandang sebagai produk jadi tapi disana ada “Proses”. Jadi selalu dokumentasikan proses kreatif anda dalam ber-arsitektur
  • Luangkan watu khusus dalam proses “layouting”. Karena layouting mengambil peran seberapa enak kita dalam menyampaikan infomasi tersebut (biar “eye catching” gitu dah)
  • Bedakan proses berkonsep dalam mata kuliah studio perancangan dengan mata kuliah estetika bentuk. Karena yang membedakannya terletak pada upaya penyelesaian masalahnya.

 

nih„, coba deh liat contoh-contoh analisis&konsep yang baik…

image

image image image image image  image  image 

Tulisan ini berkaca dari bagaimana memberikan pandangan dalam metode berkonsep yang lebih sering terkesan apa adanya dan biasa saja. kami bukan bermaksud menyalahkan pembuatan analisis & konsep selama ini, tapi hanya ingin membuka pikiran kita semua agar kesalahan yang menjadi “dosa turunan” tidak terjadi kedepannya.


created by: B.AriefRiansyah

edited by: IndahCahyaningsih

23 Dec 2011

 

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)
Harrys Mursid Wibowo ‘2008

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)

Harrys Mursid Wibowo ‘2008

23 Dec 2011

 

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)
Rebecca Anastasya Adipati ‘2008

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)

Rebecca Anastasya Adipati ‘2008

23 Dec 2011

 

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)
Rizqy Syahrul Muharram ‘2008

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)

Rizqy Syahrul Muharram ‘2008

23 Dec 2011

 

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)
Adi Pramana ‘2008

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)

Adi Pramana ‘2008

23 Dec 2011

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)
Zidny Abdillah ‘2008

Teknik Komunikasi Arsitektural, Sketsa (/:spidol)

Zidny Abdillah ‘2008

23 Dec 2011

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Poster
Zidny Abdillah ‘2008

Teknik Komunikasi Arsitektural, Poster

Zidny Abdillah ‘2008

23 Dec 2011

 

Teknik Komunikasi Arsitektural, Poster
Adi Pramana ‘2008

Teknik Komunikasi Arsitektural, Poster

Adi Pramana ‘2008

23 Dec 2011

Teknik Komunikasi Arsitektural, Poster
Rizqy Syahrul Muharram ‘2008

Teknik Komunikasi Arsitektural, Poster

Rizqy Syahrul Muharram ‘2008