Tangga Gak Sekedar Tangga, Percaya Deh
Gue sempat merasakan yang namanya kesulitan ketika berhadapan dengan mata kuliah struktur konstruksi. Karena segalanya terasa lebih mendetail. Melewati urusan tetek bengek notasi lah, arsiran lah, keterangan lah, apalagi yang belum terbiasa mungkin pengen mual.
Tapi itu sangat penting untuk orang yang akan membaca gambar kita.Sedikit mendetail nih mengenai gambar kerja, gue pikir tangga cuma sekedar tangga tapi ternyata sarana sirkulasi vertikal ini rada-rada unik gimana gitu. Soalnya rasa nyaman ikut berperan, gak percaya? Silahkan rasakan sebuah pengalaman berarsitektur ditempat manapun yang terdapat tangga, mulai dari ketinggian anak tangga, lebar jejak tangga. Emosi kita juga kadang suka diaduk-aduk nih kalau desain tangga untuk ketinggian lantai tertentu tidak sesuai standar kenyamanan.
Misalnya nih, Kampus gunadarma gedung 3 kan punya tinggi anak tangga sekitar 20 cm coba kalo sampai desainnya melenceng tinggi anak tangga 25 cm, lebar Cuma dikasih 120 cm, dan rencananya mau naik dari lantai 1 ke lantai 4 pada waktu jam kuliah usai atau lalu lalang sirkulasi di tangga sedang ramai-ramainya , gimana? Gak Cuma ngos-ngosan yang ada gontok-gontokan karena badan kita pasti kesenggol mulu karena lebar tangga yang kurang memeperhatikan kenyamanan dan jumlah pemakai.































Materi ini sebenarnya diupayakan agar kita dapat lebih mendetail ketika mendesain sesuatu( terutama tangga) karena ada hubungan dengan orang yang akan menggunakannya. Gue sertain juga gambar tangga era modern sekarang dengan desain yang unik siapa tau bias memberikan inspirasi. Tapi kita tidak tau apakah desain tersebut sesuai dengan teori kenyamanannya, karena perlu pengalaman ber-arsitektur tentunya untuk menyampaikan sebuah opini.
Silahkah dijajal…








created by: B.AriefRiansyah










